You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudinhub Jakpus Catat Ada 1620 Pelanggar PSBB Periode 1 Juni - 7 Juli
photo Adriana Megawati - Beritajakarta.id

1.620 Pengendara Langgar PSBB di Jakpus Ditindak

Selama periode 1 Juni hingga 7 Juli 2020, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat tercatat telah menindak 1.620 pengendara roda dua dan empat yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Jumlah pelanggaran PSBB lebih menurun dari periode sebelumnya dengan angka 7.273 pelanggar

Kepala Sudinhub Jakarta Pusat, Mohammad Sholeh mengatakan, angka pelanggaran PSBB masih didominasi kendaraan roda dua sebanyak 1.166 pelanggar dibandingkan roda empat yang berjumlah 454 pelanggar.

"Jumlah pelanggaran PSBB lebih menurun dari periode sebelumnya dengan angka 7.273 pelanggar," ujarnya, Kamis (9/7).

Langgar PSBB, 280 Pemilik Kendaraan di Jaksel Ditindak

Sholeh menyebutkan, jenis pelanggaran yang kerap dilakukan pengendara roda selama periode ini tidak mengenakan masker sebanyak 879 pelanggar disusul tidak memakai tanpa sarung tangan 281 pelanggar dan berbeda KTP sebanyak enam pelanggar.

"Sedangkan untuk pengendara roda empat, ada 348 pelanggar yang tidak menggunakan masker dan 106 pelanggar melebihi kapasitas," sambungnya.

Menurut Sholeh, hingga kini pihaknya terus menyosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat Aman dan Produktif.

"Kita imbau masyarakat bisa benar-benar mematuhi aturan PSBB agar pandemi segera berakhir," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2073 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1048 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye949 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye943 personFakhrizal Fakhri
  5. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye893 personNurito